Denpasar Children Centre


Putri dan Pengawal Istana

By arixs

TOKOH, Senin, 02-Juni-2008

Dalam Pentas Cilik DCC ini, Ambalika Lingua Anggara Putri (Amba) siswi SD kelas 1 yang pernah meraih juara II Olimpiade Bahasa Inggris di Gramedia, terpilih menjadi Putri Cinderella. Kedua orangtuanya, I Nyoman Gede Anggara Martha dan I Gusti Ngurah Istri Swandewi, menyatakan bangga atas terpilihnya Amba.

Pasutri yang memiliki beberapa usaha pariwisata antara lain Fuel Bar, MBargo Bar, dan The Station Billabong di Kuta, pada awalnya merasa ragu, apakah Amba akan mampu mengemban kepercayaan ini, mengingat Amba masih kelas 1.

“Ternyata, Amba samasekali tak mengeluh menjalani pelatihan yang intensif, malah sangat antusias. Tak terkecuali teman-temannya. Begitu menghayati peran yang mereka bawakan, sampai-sampai ketika berkumpul saat jam istirahat, mereka berlakon seolah-olah sedang dalam operet Cinderella,” tutur Bu Dewi.

Untuk mendukung pementasan ini ia menyiapkan gaun Cinderella dan Upik Abu. “Sempat ada kendala. Saya tidak segera menemukan gaun yang saya cari di Bali.

Akhirnya, kakak saya yang di Amerika Serikat dan kebetulan memiliki putri sebaya Amba, mengirim busana komplit dengan aksesorinya. Sedangkan baju Upik Abu, saya desain sendiri dan diselesaikan penjahit pelanggan kami. Make up dan penataan rambut disiapkan Bu Dani - Direktur DCC”, tuturnya.

Setelah pementasan berlangsung sukses, ia dan suaminya menyatakan merasa bangga dan terharu. Begitu pula terhadap penampilan putranya, Erlangga Bhara Taksaka Anggara Putra (Bhara), siswa SD kelas 2.

Bintang kelas tiap semester dan juga juara II Spelling Bee Competition di EF Denpasar ini berperan menjadi pengawal istana. “Kami berterima kasih kepada DCC yang memberi kesempatan anak-anak kami dalam menyalurkan apresiasi seninya,” ujarnya.

Sementara itu pasutri Ida Bagus Oka Kresna dan dokter I G.A.A. Decy Partiwi, orangtua Ida Bagus Agung Saka Gautama (Gus Agung), berpendapat pagelaran Pentas Cilik DCC sungguh spektakuler. Pesertanya masih imut-imut, tetapi hasilnya luar biasa.

Mereka berharap lewat pageralan Pentas Cilik ini, DCC lebih dikenal masyarakat luas, dan menambah popularitasnya di bidang akademik. Kebanggaan mereka bertambah karena Gus Agung dipercaya menjadi pemeran utama Operet Cindrella, sebagai Sang Pangeran. “Sempat juga terbersit rasa deg-degan, bisa atau tidak anak kami berdansa.

Sampai-sampai menjelang pentas saya susah tidur karena memikirkan bisa tidak Gus Agung melakonkan perannya,” ungkap Bu Decy. Ternyata, Gus Agung tampil dengan baik, meskipun ekspresi wajahnya belum maksimal, ia berujar, “kami sebagai orangtua bangga dan kagum.”

Sebagai orangtua yang sibuk mengelola usaha pabrik wine (Hatten Wines) dan beberapa usaha pariwisata lainnya mereka sangat peduli terhadap pendidikan putra-putrinya. Mereka menilai DCC selalu berkembang dan berupaya terus meningkatkan kualitasnya.

Mereka menyatakan puas terhadap konsep dan standar pendidikan DCC yang mengikuti kurikulum nasional dengan beberapa nilai plus. Gus Agung, yang menjadi juara I di kelas 1 SD ini sempat tampil sebagai juara II Lomba Bahasa Inggris, dan juara II Lomba Sains.

“Baru-baru ini dalam ulangan tengah semester diujicobakan beberapa soal yang menggunakan bahasa Inggris untuk tiga mata pelajaran (sains, sosial, dan matematika), ternyata anak-anak tidak merasa kesulitan. Semoga DCC makin bertambah usia menjadi lebih baik di semua bidang,” harapnya.

Menurut penuturan pasutri Ir. I Putu Arsana Atmaja dan Ni Nyoman Shanty Oktrisia, pagelaran Pentas Cilik selalu dinantikan kehadirannya oleh tiap siswa DCC, termasuk putrinya, Ni Putu Arshanty Dhana Putri (Putri) yang duduk di kelas 1 SD. Pentas Cilik dinilainya sebagai ajang menggali bakat dan menumbuhkan keberanian anak. Menurut Bu Shanty, Pentas Cilik kali ini spektakuler karena digarap serius hingga sangat menarik untuk ditonton.

Mereka mengungkapkan kekagumannya melihat semangat Putri menyiapkan dirinya sebagai Saudara Tiri Cinderella. “Saat menyiapkan baju dan aksesori yang akan dikenakan, Putri banyak memberi masukan, termasuk saat kami pergi ke desainer kostumnya.

Pada hari pagelaran, Putri yang biasanya sulit bangun pagi, kali ini bangun lebih dulu dari saya. Selesai mandi dan berganti pakaian langsung mengajak saya ke salon. Saat di-make up, saya perhatikan Putri lewat cermin. Dia tersenyum-senyum tampak berbahagia sekali,” ungkap sang Mama.

“Saya jadi geli, tetapi di balik itu saya kagum terhadap semangatnya yang ingin tampil cantik. Apalagi melihat aksinya di panggung, Putri seperti pemain sinetron cilik di televisi.

Bahkan papanya yang awalnya tidak percaya bahwa anak kecil dengan gaun warna kuning di panggung itu adalah Putri. Terlihat sangat judes sesuai perannya sebagai Saudara Tiri, dan banyak yang bilang Putri sukses berperan dalam Operet Cinderella ini,” tuturnya. DCC dinilai berhasil membentuk mental Putri.

Putri yang semula pemalu menjadi anak pemberani, tidak takut tampil di hadapan banyak orang, dan menjadi anak yang disiplin, selalu tepat waktu tiap saat. “Kami selaku orangtua yang sibuk berwiraswasta sangat terbantu dengan adanya DCC.

Kami mendukung penuh tiap program yang menunjang pendidikan anak-anak, apalagi konsep pendidikan yang diterapkan sangat baik. Sekolah mampu menyeimbangkan pelajaran dan hiburan, sehingga anak-anak tidak pernah merasa bosan di sekolah,” kesannya.

Saudara Tiri Cinderella yang lainnya diperankan Sarah Bella Ahrens (Sarah). Peran Sarah dalam pentas kali ini disyukuri orangtuanya, Jorg Ahrens dan Ni Nyoman Tistawati.

Mereka menuturkan, pengaruh positif diperoleh anaknya dari pentas itu, baik dalam pengembangan pribadi maupun dalam mengenal jati dirinya. Diharapkan pengaruh positif tersebut dapat merangsang pola pikirnya sehingga nantinya akan dapat membantu pembentukan karakternya.

Bu Tistawati menyatakan keyakinannya melalui kegiatan kesenian anak bisa belajar positif dan kreatif. “Banyak hal baru yang didapat dan dipelajari Sarah saat berperan sebagai Saudara Tiri sehingga muncul rasa saling menghargai sesama,” tutur ibunya.

Ia mengungkapkan, dirinya juga secara aktif mengamati perkembangan fisik dan psikologi Sarah yang timbul dari pengalaman ini.

Ia menyadari, sebagai orangtua jika sampai salah dalam memberi motivasi dan mengarahkan anaknya, bisa menimbulkan rasa percaya diri dan bangga berlebihan, bahkan sombong dan menganggap rendah orang lain.

Menurut kesannya, Pentas Cilik DCC sangat positif dan bagus, membantu perkembangan anak, khususnya mental mandiri dan percaya diri. Anak-anak juga menjadi bisa berpikir positif tentang kesenian, menghargai karya seni bahkan kelak merangsang dirinya menjadi pelaku seni sesuai dengan bakatnya.

Materi dan metode pendidikan DCC dinilainya cukup bagus. Hal itu sudah dirasakan dampak positifnya dalam diri Sarah (8 tahun) yang saat ini duduk di kelas 2 SD. Ia mempunyai cukup waktu untuk dirinya sendiri dan di rumah. Interaksi antara guru dan temannya juga cukup seimbang, tidak ada situasi yang membuat anak menjadi tertekan atau terlalu bangga.

“Kami semua sangat senang terhadap program pendidikan DCC dan juga berterimakasih kepada guru-guru di DCC yang telah memberi kepercayaan kepada anak kami, Shela, yang masih kelas 1 SD, untuk memerankan Ibu Tiri,” komentar Sandy Kamboy dan Maya Sari Rafusin, orangtua Shela Kamboy yang berwiraswasta di bidang fashion (Riori Tailor).

Bagi Bu Maya, pagelaran tersebut bermanfaat, sebab bukan semata-mata untuk menampilkan gaya berpakaian, tetapi acara tersebut dapat menjalin kedekatan antarsiswa, pihak sekolah, dan orangtua siswa. Acara tersebut bisa melatih mental anak untuk lebih berani dan menjadikan anak lebih bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang diberikan gurunya.

Mereka berharap acara semacam itu dilaksanakan dan dikembangkan terus sebagai ajang menggali dan melihat potensi anak didik. “Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bu Dani selaku direktur dan pemilik DCC, juga kepada para guru di DCC yang mau meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengajar serta memberikan kepercayaan anak kami berperan sebagai Ibu Tiri,” ujar Bu Maya.

Mengembangkan Talenta yang Tersembunyi

Tiap pribadi manusia memiliki self-hidden potential excellence, mutiara talenta yang juga tersembunyi di dalam diri anak.

Dalam kaitan inilah tugas lembaga pendidikan yang sejati, membantu peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan talentanya seoptimal mungkin. Makin awal stimulasi diberikan kepada anak, makin baik hasil yang diperoleh.

Dengan proses pemelajaran yang tepat maka diperoleh pula hasil yang optimal. DCC memberikan bantuan kepada orangtua untuk memenuhi kebutuhan stimulasi anak secara tepat lewat program pendidikan yang terarah sesuai dengan perkembangan usianya.

Dengan lingkungan sekolahnya yang nyaman, anak-anak merasa senang, maka potensi diri mereka pun akan teraktualisasikan dengan optimal. DCC yang membuka jenjang pendidikan sejak prasekolah hingga SD memiliki high standard dalam proses belajar-mengajarnya. -adv/ard

DENPASAR CHILDREN CENTRE
Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya - Denpasar
Telepon : (0361) 725 725
Jam Kerja: 08.00 - 16.00 Wita

Leave a Reply