Denpasar Children Centre


Bagaimana Kiat Memilih Lembaga Pendidikan Prasekolah

By arixs

TOKOH, Senin, 12-May-2008, 14:19:24

Anak-anak memiliki potensi luar biasa untuk berkembang. Secara naluri, anak-anak sudah mulai bereksplorasi untuk mengekspresikan rasa ingin tahunya sejak anak mulai belajar berjalan. Kedekatan yang berlebihan antara anak dan orangtua atau pengasuhnya selayaknya dikurangi.

Mulailah dikenalkan pada teman sebayanya untuk melatih perkembangan sosial-emosionalnya. Dengan demikian mereka menjadi anak yang mandiri sejak usia dini. Dengan kemandirian, anak tersebut akan lebih mudah distimulasikan perkembangan aspek-aspek kecerdasan lainnya (multiple intelligences).

Seperti yang dikatakan Glenn Doman, seorang ahli perkembangan anak, perkembangan otak manusia paling pesat terjadi pada usia 0 sampai 7 tahun dan bisa dicapai secara optimal apabila diberikan stimulasi yang tepat.

Oleh karena itu, tidak keliru jika peranan pendidikan prasekolah (seperti playgroup dan TK) dianggap makin penting karena diyakini bisa memberikan fondasi yang kuat untuk jenjang pendidikan selanjutnya.

Belakangan ini banyak muncul tawaran program pendidikan anak-anak usia prasekolah. Wajar, jika para orangtua sangat selektif memilih lembaga pendidikan bagi putra-putrinya. Karena, jika keliru dalam memilih. tak hanya kerugian secara finansial yanmg diderita, juga risiko terhadap masa depan anaknya.

Berikut, beberapa pertimbangan praktis dalam memilih pendidikan prasekolah yang tepat:

1. Pengaturan Program

Program yang diterapkan harus terarah dan sesuai dengan kelompok usia anak sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan anak secara fisik (physical development), perkembangan intelektual (intellectual development), perkembangan sosial-emosional (social-emotional development) maupun optimalisasi kemampuan anak dalam berkomunikasi untuk mengekspresikan keinginannya (language development).

Pada usia prasekolah, tingkat perkembangan masing-masing anak berbeda. Keempat perkembangan dasar tersebut harus distimulasikan secara seimbang dalam bentuk kegiatan “belajar sambil bermain” dalam proses yang komunikatif dan penuh kasih sayang, sehingga anak-anak merasa betah di sekolah.

Apakah lembaga prasekolah yang dipilih sudah menerapkan program yang tepat, sehingga putra-putri Anda dijamin mendapatkan stimulasi sesuai dengan kebutuhannya?

Program prasekolah akan makin lengkap jika ada program kunjungan (excursion) ke tempat-tempat yang menarik, seperti pengenalan alam dan binatang. Hal ini penting untuk menambah wawasan dan mengembangkan imajinasi anak. Tanyakan, apakah prasekolah yang dicari memiliki program excursion secara berkala dan terorganisasikan dengan baik?

2. Rancangan Aktivitas

Dalam usia prasekolah, anak-anak umumnya cepat bosan terhadap aktivitas yang diberikan. Sudahkah aktivitas dirancang dengan berbagai variasi permainan dan alat bantu yang memadai untuk mengurangi rasa bosan? Aktivitas sebaiknya dirancang dalam bentuk indoor activities (di dalam ruangan) dan outdoor activities (di luar ruangan).

Aktivitas di dalam ruangan difokuskan untuk melatih konsentrasi anak, menstimulasikan daya imajinasi anak dan menumbuhkan daya kreativitas serta logika berpikir anak. Selain itu melatih disiplin anak dalam kebiasaan sehari-hari, seperti membiasakan anak untuk merapikan mainannya, makan sendiri, mengangkat piring makannya ke trolley yang telah disediakan (dikenal dengan pendekatan Montessori).

Sedangkan aktivitas di luar ruangan difokuskan untuk optimalisasi perkembangan fisik dan sosial-emosional anak, seperti berlari, main ayunan, perosotan, bermain pasir, melatih anak untuk bersosialisasi dengan teman-temannya, juga bermain air di kolam renang yang merupakan aktivitas yang sangat disenangi. Suasana yang nyaman dan menyenangkan akan membuat anak-anak tidak cepat bosan dalam meniti hari-harinya bermain sambil belajar di sekolah. Yakinkan, lembaga prasekolah yang anda pilih memenuhi kriteria seperti itu.

3. Fasilitas dan Alat Bantu Bermain yang Tepat

Perhatikan fasilitas yang dimiliki, seperti gedung sekolah, ruang kelas, sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas anak. Pada usia prasekolah, merupakan saat anak-anak menunjukkan kebolehannya melakukan sesuatu yang diinginkan dan mulai menunjukkan rasa percaya diri. Di sisi lain, umumnya keseimbangan fisik anak belum stabil, sehingga tidak jarang terjadi anak-anak terjatuh atau terpeleset saat bermain bersama temannya. Oleh karena itu, kegiatan prasekolah tidak dilakukan di gedung bertingkat untuk mengurangi risiko terjatuh di tangga yang dapat berakibat fatal terhadap perkembangan fisik maupun mentalnya.

Yang lebih membahayakan jika terjatuh dari tangga dan terjadi benturan yang keras yang dapat mengakibatkan cedera otak yang tak tampak saat itu namun dampaknya baru terlihat dalam jangka panjang. Aspek keamanan dan kenyamanan sangat penting diperhatikan agar terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan.

Anak-anak memerlukan ruang gerak yang leluasa saat bermain di luar ruangan. Yakinkan, apakah sekolah memiliki halaman bermain yang cukup luas untuk aktivitas di luar ruangan? Perhatikan juga alat bantu bermain yang digunakan, dari segi ukuran harus sesuai dengan usia anak dan aman dari segi kesehatan dan keselamatan anak.

Misalnya (i) ukuran mainan tidak terlalu kecil untuk usia bayi dan toddlers (usia di bawah 2 tahun) karena akan sangat berbahaya apabila tertelan, dan (ii) bahan-bahan seperti krayon dan plastisin (playdough) tidak boleh mengandung bahan pewarna toxic (zat yang berbahaya bagi kesehatan) karena ada kemungkinan dimakan mereka.

4. Rasio Jumlah Anak dan Guru

Rasio jumlah anak dan pengasuh/guru penting diperhatikan, karena berpengaruh terhadap kualitas pengasuhan dan pendidikan. Untuk program pengasuhan bayi dengan usia di bawah 1 tahun (nursery), perbandingan yang ideal adalah seorang pengasuh mengasuh seorang bayi (1:1); program toddlers (anak usia 1-2 tahun) perbandingannya seorang pengasuh mengasuh 4 anak (1:4); program playgroup (3-4 tahun) seorang pengasuh untuk 8 anak (1:8); program TK, idealnya seorang guru membina 10 anak (1:10).

Karakter pengasuh juga amat menentukan keberhasilan program ini. Karena itu, pengasuh hendaknya sabar, sehingga disenangi anak-anak. Pengasuh juga harus mampu memerankan diri sebagai orangtua siswa, sehingga anak-anak merasa nyaman dan terlindungi.

5. Lamanya Waktu di Sekolah

Pengalaman menunjukkan, makin pendek waktu sekolah dan/atau makin jarang anak-anak mengikuti program dalam seminggu, makin stres mereka dalam mengikuti program prasekolah. Ini terjadi karena faktor psikologis, karena anak harus melakukan proses adaptasi dengan lingkungan sekolahnya setelah seharian di rumah bersama orangtua atau pengasuhnya. Misalnya: (i) jika program prasekolah hanya dilaksanakan 2 jam sehari, maka pada saat naluri keberanian anak mulai muncul, ternyata anak sudah harus pulang karena bel tanda pulang sudah berbunyi; dan (ii) jika program prasekolah hanya 3 kali seminggu menyebabkan anak harus mengulangi proses adaptasinya tiap kali datang ke sekolah karena kemarinnya mereka libur. Kedua hal tersebut akan menghambat kemandirian anak sehingga kelihatannya tidak ada kemajuan pada kemandirian anak.

Proses adaptasi ini memerlukan waktu yang tidak cepat sesuai dengan karakter anak dan pola asuh yang diberikan. Rasa kedekatan yang berlebihan antara anak dan orangtua atau pengasuhnya merupakan salah satu penghambat bagi anak dalam mengikuti proses pendidikan prasekolah.

Oleh karena itu, pilihlah lembaga pendidikan prasekolah yang memiliki program dengan jumlah kehadiran di sekolah yang lebih rutin dan lamanya waktu di sekolah yang lebih panjang, dengan syarat suasana harus nyaman dan menyenangkan dengan berbagai pilihan program menarik dengan alat bantu yang memadai sehingga anak-anak betah di sekolah.

6. Penerapan Disiplin

Pendekatan positif sangat diperlukan dalam memberikan pengarahan kepada anak, sehingga anak-anak tidak merasa stres dan terbebani untuk mengikuti aturan/disiplin yang diterapkan. Guru/pengasuh harus memberikan contoh yang baik kepada anak dalam penerapan disiplin karena anak-anak akan meniru teman dan pengasuh/gurunya. Penerapan sistem punishment and reward sangat cocok dalam penerapan disiplin anak. Yakinkan, prasekolah yang dipilih menerapkan sistem tersebut.

7. Pemeriksaan Kesehatan

Kesehatan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Carilah kejelasan apakah prasekolah yang dipilih menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara rutin oleh tenaga medis (dokter).

8. Pengelolaan

Sukses tidaknya sebuah kegiatan sangat ditentukan oleh kemampuan manajerial pengelolanya. Pengelola prasekolah harus memiliki pengetahuan memadai tentang pendidikan prasekolah dan juga memiliki talenta sebagai figur yang disenangi anak-anak. Carilah informasi tentang pengelola prasekolah yang diinginkan. Apakah memiliki latar belakang pendidikan prasekolah dan komitmen yang kuat kepada dunia pendidikan? Apakah pengawasan dilakukan secara langsung oleh pihak pengelola?

Pilihan Jatuh Kepada Denpasar Children Centre

Denpasar Children Centre (DCC), lembaga pendidikan terpadu Prasekolah dan Sekolah Dasar memiliki semua persyaratan tersebut. DCC dibangun di atas tanah seluas 3.600 m2 (36 are) dengan areal bermain dan tempat parkir yang luas menciptakan suasanan aman dan nyaman bagi anak didiknya. Dengan misi “Mengoptimalkan Kecerdasan dan Kemandirian Anak” menjadikan DCC sebagai pusat pendidikan anak dengan program terarah dan alat bantu berkualitas yang berpedoman pada Quality Improvement and Accreditation System, Sydney, Australia.

DCC dikelola secara profesional oleh Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt (Bu Dani), seorang dosen Unud lulusan program S2 Manajemen di The University of Queensland, Brisbane, Australia. Bu Dani juga menyelesaikan Program Pendidikan Prasekolah “Diploma in Children Services” di Australian Childcare Career Options, Brisbane, Australia. Dengan berbekal pengalaman bekerja sebagai Assistant Group Leader di UQ Playhouse and Childcare Centre di Brisbane Australia selama 2 tahun, pengawasan yang ketat dilakukan oleh Bu Dani agar pelaksanaan program dan aktivitas sesuai dengan yang direncanakan. Di samping itu, pembatasan jumlah siswa tiap kelas sesuai dengan kelompok usia akan dapat memberikan perhatian yang optimal kepada anak-anak tanpa pilih kasih, sehingga misi DCC “Mengoptimalkan Kecerdasan dan Kemandirian Anak” dapat tercapai.

Sebagai kelanjutan program Prasekolah, kini DCC telah siap dengan program Sekolah Dasar (SD Cerdas Mandiri). Proses belajar-mengajar di SD Cerdas Mandiri mengikuti Kurikulum Nasional yang diperkaya muatan lokal dan wawasan internasional, yakni bahasa Inggris dijadikan bahasa kedua (second language) yang diajarkan native speakers. Bahasa Inggris juga diberikan kepada siswa Prasekolah sehingga anak-anak diharapkan mampu berkomunikasi dalam dua bahasa (bilingual) sejak usia dini. Untuk memantapkan wawasan internasional bagi siswa SD, maka dirancang Students Exchange Program yaitu pertukaran siswa ke luar negeri (seperti Australia) yang akan dilakukan pada saat siswa duduk di kelas 5.

Menerima Pendaftaran Siswa Baru Playgroup & TK

(Tempat Terbatas)

Untuk informasi dan pendaftaran, hubungi:

Denpasar Children Centre (DCC)
Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar
Telepon (0361) 725 725

Leave a Reply